UMKM Virtual Expo Wilayah Madiun Prioritaskan Expor ke Tiga Negara

Madiun – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Virtual Expo 2020 wilayah Madiun resmi dibuka. Kegiatan tersebut diikuti oleh 217 dari 6 wilayah dari Karisidenan Madiun. Yakni Kota Madiun (49) Kabupaten Madiun (43), Kabupaten Ngawi (44), Kabupaten Magetan (33), Kabupaten Ponorogo (37) dan Kabupaten Pacitan (11).

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kediri, Sofwan Kurnia mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mempercepat pergerakan ekonomi di Indonesia dengan mengutamakan protokol kesehatan. Karena pameran UMKM tersebut menggunakan platform digital seperti website dan youtube, sehingga masyarakat akan melihat dari smartphone tanpa harus datang ke lokasi pameran. Dengan platform tersebut, ditargetkan masyarakat lebih memilih melihat secara daring daripada luring.

“Barangnya ada beberapa produk yang d perlihatkan tampak depan, belakang dan samping. Sehingga harapannya, semua pengunjung yang hadir di website UMKM kita bisa itu, bisa merasakan seperti melihat produknya langsung,” jelas Sofwan seusai acara pembukaan, Jumat (16/10/2020).

Sofwan mengatakan, UMKM yang mengikuti pameran adalah UMKM yang terpilih dan telah mengikuti pelatihan. Diantaranya pelatihan membuat bungkus yang menarik, mengambil angle foto yang baik dan teknik pemasaran. Sebelumnya, pameran virtual UMKM di Kediri telah dilaksanakan dan berhasil menarik minat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya MoU dari pihak luar negeri seperti Belanda, Sidney. Dia berharap agar UMKM wilayah Madiun juga mendapatkan hasil yang sama.

“Dari pelatihan yang dimiliki. UMKM akan terbiasa berjualan secara virtual. 217 UMKM, hasil akurasi dari 450 UMKM. Dengan begitu, harapannya mereka bisa jualan. Meski pandemi tidak tahu kapan akan selesai,” ujarnya.

Sofwan juga menjelaskan, diaspora digunakan untuk sistem promosi dalam pameran tersebut. Pasalnya, ketika melalui Asosiasi perdagangan atau Kedutaan Besar akan memakan waktu yang lama. Sedangkan wilayah Karisidenan Madiun bekerjasama dengan diaspora dari Arika Selatan, Mesir dan Qatar untuk prioritas export.

“Kita tahu ada Kedubes dan Asosiasi Perdagangan. Kita sebenarnya bisa melalui itu, tapi kalau itu range waktunya cukup susah,” ungkap Sofwan.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan bahwa virtual expo merupakan sarana terbaik menunjukkan produk UMKM yang dimiliki Kota Madiun.

“Jadi ini awal yang baik, artinya bahwa UMKM kita ini akan kita kompetitif keluar,” pungkasnya. (Ger)

 

Sumber : www.lenteratoday.com